Program Studi Farmasi , Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), menggelar Studium Generale bertema “Molecular Farming sebagai Platform untuk Produksi Vaksin” pada Selasa, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Aula Gedung F ITERA dan dihadiri oleh mahasiswa/i Program Studi Farmasi dari berbagai angkatan. Wakil Dekan Fakultas Sains Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Sri Efrinita Irwan, S.Si., M.Si menyampaikan pentingnya topik ini untuk diangkat agar dapat memantik semangat kolaborasi antar bidang untuk inovasi teknologi dalam bidang kesehatan.
Acara menghadirkan narasumber Apt. Ika Nurzijah, Ph.D., seorang akademisi dan peneliti di bidang bioteknologi farmasi dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dalam paparannya, Apt. Ika menjelaskan konsep molecular farming sebagai teknologi yang memanfaatkan tanaman sebagai bioreaktor untuk memproduksi protein terapeutik, termasuk vaksin. Menurutnya, pendekatan ini menjanjikan solusi inovatif yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam pengembangan produk bioteknologi modern. “Dengan molecular farming, kita dapat memanfaatkan tanaman sebagai sistem produksi vaksin yang scalable dan berbiaya rendah. Ini menjadi peluang besar bagi pengembangan industri farmasi berbasis bioteknologi di Indonesia,” ujar Apt. Ika Nurjizah dalam sesi penyampaian materi.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Dosen Program Studi Farmai ITERA Apt. Reny Haryani, S.Farm., M.Si. Diskusi berlangsung interaktif, di mana mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan mengenai potensi riset molecular farming di Indonesia, tantangan regulasi, serta prospek penerapannya dalam produksi vaksin masa depan.
Melalui kegiatan Studium Generale ini, diharapkan mahasiswa/i Farmasi ITERA dapat memperluas wawasan mengenai inovasi teknologi farmasi, khususnya dalam bidang bioteknologi dan produksi vaksin berbasis tanaman. Acara ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat penelitian dan memperkuat pemahaman mereka terhadap perkembangan sains farmasi global.