Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengadakan penyuluhan kesehatan bertema “Desa Tangguh Tanpa Diabetes: Sinergi Edukasi dan Inovasi Suplemen Herbal” pada Selasa, 5 Agustus 2025, di Balai Pekon Gadingrejo Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) LPPM ITERA 2025 ini dihadiri oleh 32 warga yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara.
Sambutan awal kegiatan disampaikan oleh Sekretaris Pekon Gadingrejo Timur, Bapak Rahmat Nur Sholeh. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan apresiasi atas kontribusi ITERA melalui program pengabdian ini serta menegaskan bahwa edukasi mengenai pencegahan diabetes memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Ucapan syukur juga disampaikan oleh Ketua Tim PkM, apt. Riri Fauziyya, S.Farm., M.Farm., yang merasa senang dapat kembali beraktivitas di wilayah tersebut. Ia berharap penyuluhan ini mampu meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya mencegah diabetes sejak dini, sekaligus mendorong mereka untuk mengadopsi pola hidup sehat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami lokal demi menjaga kestabilan kadar gula darah.

Sebelum materi disampaikan, para peserta yang terdiri dari lansia, kader puskesmas, dan perangkat desa mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kadar gula darah. Pemeriksaan ini sekaligus memberi kesempatan kepada warga untuk berkonsultasi langsung dengan para dosen Farmasi ITERA
Materi pertama dibawakan oleh apt. Nurul Irna Windari, S.Farm., M.Clin.Pharm., yang menjelaskan fungsi gula dalam tubuh, dampak negatif kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) maupun terlalu rendah (hipoglikemia), serta jenis-jenis diabetes melitus, yaitu tipe 1, tipe 2, dan gestasional. Ia juga memaparkan faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, pola makan tinggi gula dan lemak, riwayat keluarga, kebiasaan makan yang tidak sehat, dan kurang olahraga. Berdasarkan pedoman PERKENI 2021, kadar gula darah puasa normal berada di kisaran 70–99 mg/dL (puasa minimal 8 jam) dan kadar HbA1c normal di bawah 5,7%, dengan anjuran pemeriksaan HbA1c setiap tiga bulan.
Selanjutnya, apt. Riri Fauziyya memperkenalkan produk herbal “Ini Teh Cinta” yang diformulasikan dari kayu manis untuk mendukung produksi insulin, jahe untuk membantu mengontrol kadar lemak darah, daun pandan sebagai pelindung dari stres oksidatif, dan daun pegagan untuk menurunkan kadar glukosa darah.
Kegiatan berlanjut dengan sesi praktik pembuatan “Ini Teh Cinta” yang dipandu oleh apt. Annisa Maulidia Rahayyu, S.Farm., M.S.Farm. Dalam sesi ini, peserta mempelajari secara langsung proses pembuatan mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pengemasan dalam tea bag, hingga produk siap seduh. Sesi ini bertujuan memberdayakan masyarakat agar dapat memproduksi minuman herbal tersebut secara mandiri.
Mahasiswa Farmasi ITERA juga berperan aktif dalam kegiatan ini. Kaylla Rasikha Jasmine, Azra Azreena Nursyahfira, Kais Kaila Ladeva Putri, Thania Raya Tri Moerbi, Keisya Nabila Setiabudi, dan Zu’ami Sekar Harum terlibat dalam berbagai tahap, mulai dari persiapan bahan hingga mendampingi warga saat praktik. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya keterampilan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai penutup, apt. Putri Amelia Rooswita, S.Farm., M.Farm., memberikan doorprize kepada peserta yang berpartisipasi aktif, menambah semangat dan keceriaan acara sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan warga.
