Dosen Farmasi ITERA Sampaikan Peran Irama Sirkadian dalam Patogenesis dan Terapi Osteoarthritis pada Simposium Internasional di Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Senin, 6 Maret 2022, Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), berkolaborasi dengan Post Graduate Institute of Medical Education and Research (PGIMER) India, Mahsa University India, dan berbagai Universitas di Lampung, termasuk Institut Teknologi Sumatera (ITERA), mengadakan The Second Symposium on Advanced Preclinical Research and Clinical Trials (APRECT) 2023. 

Simposium ini menghadirkan 6 pembicara, yaitu Prof. Bikash Mehdi, Dr. Ajay Prakash (Dosen Farmakologi, PGIMER India), Dr. Vetriselvan Subramaniyan (Dosen Farmakologi, Mahsa University dan Monash University), apt. Nisa Yulianti Suprahman, S.Farm., M.Sc (Dosen Farmasi, ITERA), Ns, Egita Windrianatama Puspa, S.Tr.A.K, M.Si, apt (Dosen Teknologi Laboratorium Medis, UMPRI). Dwi Aulia Ramdini, M.Farm (Dosen Farmasi, UNILA). Prof. Bikash Mehdi memberikan pemaparan mengenai prosedur uji preklinis dan klinis pada produk herbal. Secara khusus, Prof. Bikash Mehdi menjelaskan mengenai konsep terapi komplementer Ayurveda serta memaparkan adanya Kementerian AYUSH (Ayurveda, Yoga, Naturopathy, Unani, Siddha, Homeopathy) dalam Pemerintahan India. Kementrian Ayush berfokus pada perkembangan pendidikan, riset dan penggunaan pengobatan tradisional India dan beberapa pengobatan tradisional yang berasal dari negara lainnya. Dijelaskan pula bahwa fokus riset di India sebagian besar sama dengan Indonesia, diantaranya adalah pengembangan obat TBC, Diabetes Mellitus, Hipertensi, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Dalam kesempatan selanjutnya, Dr. Ajay Prakash memberikan pemaparan mengenai manfaat kesehatan dari kandungan-kandungan zat aktif yang terdapat pada buah-buahan dan sayur-mayur, serta mekanisme farmakologinya. 

Prof. Bikash Mehdi memaparkan mengenai konsep pengujian dan penggunaan terapi herbal dalam perspektif farmakologi

Dosen ITERA, apt. Nisa Yulianti Suprahman, S.Farm, M.Sc juga hadir dan memberikan pemaparan pada Simposium ini. Pada kesempatan ini, beliau memaparkan mengenai peran gangguan irama sirkadian (circadian clock) dalam pathogenesis Osteoarthritis. Dijelaskan bahwa kerusakan regulasi irama sirkadian dapat disebabkan oleh penuaan serta gaya hidup yang tidak sesuai dengan irama sirkadian normal tubuh. Osteoarthritis, sebagai penyakit dengan prevalensi tertinggi di dunia dibandingkan dengan penyakit sendi lainnya, sampai saat ini tidak dapat ditangani karena tidak adanya obat yang mampu menghambat progresivitas kerusakannya. Banyaknya bukti penelitian yang mengungkapkan peran kerusakan irama sirkadian dalam pathogenesis Osteoarthritis yang dipaparkan oleh apt. Nisa Yulianti Suprahman, S.Farm, M.Sc mengungkapkan potensi obat-obatan yang bertarget pada regulator circadian clock sebagai obat kuratif dalam terapi Osteoarthritis. Diantara contoh target obat yang dipaparkan adalah Per2Bmal1, reseptor NMDA dan melatonin. 

Simposium yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Bandar Lampung ini diharapkan akan meningkatkan minat mahasiswa dalam ilmu farmakologi khususnya dalam pengembangan obat baru serta sebagai dasar dalam evidence-based medicine.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *