Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah melaksanakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dalam rangka penyusunan Draft Buku Kurikulum Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) pada Rabu, 19 November 2025, secara daring. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, pakar kurikulum, serta dosen dari lingkungan ITERA.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Sains, Dr. Sri Efrinita Irwan, M.Si., yang menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang adaptif dan selaras dengan kebutuhan profesi. Diskusi utama dimulai oleh Dr. Nono Agus Santoso, M.T., selaku Ketua Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) ITERA. Beliau menekankan urgensi penyelarasan dokumen kurikulum sarjana dan profesi.“Integrasi kurikulum merupakan kunci untuk memastikan kesinambungan kompetensi. Dokumen sarjana dan profesi perlu dipetakan dengan jelas agar tidak terjadi tumpang tindih atau kesenjangan kompetensi,” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si. menyoroti tantangan transformasi kurikulum dan kesenjangan kompetensi lulusan. “Kita harus memastikan lulusan siap pakai. Perubahan teknologi, kebutuhan lintas disiplin, dan perkembangan layanan kefarmasian menuntut kurikulum yang terus diperbarui,” tegas Prof. Yandi. Narasumber kedua, Dr. Riesta Primaharinastiti, S.Si., M.Si., Apt, menambahkan pentingnya pemetaan CPL secara tepat. “Perumusan CPL harus mengacu pada kebutuhan praktik nyata, termasuk aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus terukur dengan baik,” jelasnya.

Diskusi juga mencakup review visi dan misi program studi, penyelarasan profil lulusan, serta penguatan dokumen integratif antara Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker. Secara teknis, disampaikan bahwa CPL Sarjana Farmasi berbasis Seven Star Pharmacist, sedangkan CPL Profesi Apoteker mengacu pada Nine Star Pharmacist, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kompetensi diantara dua tingkat pendidikan farmasi tersebut . Melalui kegiatan ini, PSPPA ITERA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kurikulum yang berkualitas, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan tenaga farmasi profesional di Provinsi Lampung dan Indonesia.