Profil Alumni Farmasi ITERA
Arif Al Iman merupakan salah satu alumni program studi S1 Farmasi di Institut Teknologi Sumatera angkatan 2018. Ia menempuh pendidikan S1 Farmasi di Institut Teknologi Sumatera selama kurang lebih 4 tahun sampai Juli 2022. Setelah menamatkan gelar S1, Arif Al Iman melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 pada Agustus 2022. Ia melanjutkan pendidikan S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Magister Farmasi Bahan Alam. Arif menyelesaikan pendidikan S2 nya dengan sangat cepat yaitu 1,5 tahun. Sehingga pada Januari 2024 ia mendapatkan gelar terakhir Arif Al Iman, S.Farm., M.S.Farm. Arif juga menuturkan bahwa dirinya berencana untuk melanjutkan pendidikan nya ke jenjang Doktor S3 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selama mengikuti perkuliahan S1 di Farmasi ITERA, Arif Al Iman mengikuti beberapa organisasi seperti :
- Staff magang Lembaga Pers tahun 2019.
- Staff Departemen Dokumentasi dan Kreatif HIMAFA ITERA tahun 2021.
- Kepala Departemen Dokumentasi dan Kreatif HIMAFA ITERA tahun 2022.
Adapun presentasi yang ia raih selama berkuliah di Farmasi ITERA yaitu masuk dalam nominasi 10 besar Proposal Bisnis CMB Bank Tingkat Provinsi tahun 2021.
Untuk saat ini, Arif Al Iman tergabung dalam tim penelitian analisis produk halal di Institut Teknologi Bandung yang membahas tentang pengembangan produk enzim protease. Selain itu, ia juga tergabung dalam tim riset penelitian yang diketuai oleh Prof. Dr. Sukrasno, M.S., dalam pengembangan produk tempe untuk pengobatan anti hipertensi.
Menurut nya, berkuliah di farmasi ITERA menjadi salah satu fase dalam hidup arif yang penuh dengan up and down. Fase dimana ia belajar untuk berfikir kritis, melihat ragam karakteristik orang yang berbeda dan menjadi tempat awal Arif untuk mulai mengenal apa itu farmasi.
“Setiap orang punya keahlian dan keunggulannya masing-masing. Jika merasa kurang dalam suatu bidang jangan merasa insecure tapi tetap berusaha karena tugas kita adalah berusaha. Jangan mudah bosan untuk belajar suatu hal, explore banyak hal selagi masih diberi kesempatan”.