Dari Kampus ke Dunia Nyata: Workshop Implementasi Ilmu Farmasi dalam Praktik Profesional

Bandar Lampung, 25 Oktober 2025 – Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, ITERA berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi Asclegieia, sukses menyelenggarakan Workshop Advance Pharmacy Training (APT) bertajuk “Implementasi Ilmu Farmasi dalam Praktik Profesional” secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini dipimpin oleh Rayyan Abistha Wibowo selaku Ketua Pelaksana dan dibina oleh Apt. Putri Amelia Rooswita, S.Farm., M.Farm selaku Koordinator Kemahasiswaan Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, ITERA. Workshop ini diikuti oleh 84 peserta dan menghadirkan pembicara dari RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes POLRI, Jakarta, serta PT Combiphar, Bandung.

Acara dibuka secara resmi oleh Apt. Riri Fauziyya, S.Farm., M.Farm., selaku Koordinator Kelompok Keilmuwan Farmasi Sains dan Teknologi Bahan Alam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan peserta atas antusiasme dalam mengikuti kegiatan ini. Beliau juga berharap workshop ini dapat memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa mengenai penerapan ilmu farmasi dalam dunia kerja, baik di sektor industri maupun rumah sakit.

Sesi pertama menghadirkan Apt. Anna Maria Manullang dengan materi “Implementasi Ilmu Farmasi Klinik”. Pada sesi ini, beliau menjelaskan pentingnya peran apoteker klinik dalam meningkatkan keselamatan dan mutu pelayanan pasien di rumah sakit. Praktik farmasi klinik, yang berlandaskan Permenkes No. 72 Tahun 2016, menekankan pentingnya dokumentasi klinis terstandar (SOAP/PTO) untuk mendukung optimasi terapi, pemantauan efek samping, serta pencegahan kesalahan medikasi. Sesi ini juga disertai pembahasan studi kasus interaktif mengenai penanganan pasien, skrining resep, dan evaluasi kasus klinik.

Pemaparan materi oleh Apt. Anna Maria Manullang dengan materi “Implementasi Ilmu Farmasi Klinik”.

Materi kedua disampaikan oleh Apt. Ridha Khoerunnisa Kosim dengan topik “Implementasi Ilmu Farmasi dalam Praktik Profesional di Bidang Industri”. Beliau memberikan gambaran komprehensif mengenai karir dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri farmasi, mencakup aspek Good Manufacturing Practice (GMP), Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), serta Research & Development (R&D). Peserta juga diajak mempelajari penerapan Root Cause Analysis (RCA) dan Corrective and Preventive Action (CAPA) dalam penanganan deviasi mutu, serta mengikuti diskusi studi kasus praktis yang memperkuat kesiapan menghadapi tantangan dan regulasi industri farmasi.

Pemaparan materi oleh Apt. Ridha Khoerunnisa Kosim dengan topik “Implementasi Ilmu Farmasi dalam Praktik Profesional di Bidang Industri”

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Farmasi ITERA dapat memperluas wawasan dan mengasah kemampuan dalam mengaplikasikan ilmu farmasi di dunia profesional, baik dalam bidang klinik maupun industri. Workshop ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan calon apoteker yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di dunia kerja yang dinamis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *