Peduli Kesehatan Pelajar, Dosen Program Studi Farmasi dan Sains Lingkungan Kelautan Edukasi Pemilihan Makanan Aman di SMK Kesehatan Bandar Lampung.

Makanan adalah sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan bagi pelajar untuk memenuhi kebutuhan energi untuk aktivitas sehari-hari serta memelihara kesehatan. Saat ini, variasi makanan dan jajanan telah sangat beragam, terutama yang terdapat di lingkungan sekitar sekolah. 

Meski begitu, terdapat resiko dimana pada bahan makanan tersebut sering ditemukan adanya kandungan zat berbahaya yang dapat memicu berbagai macam penyakit degeneratif yang dapat merusak sel-sel di dalam tubuh. Beberapa bahan berbahaya yang ditemukan tersebut mengandung zat kimia untuk non pangan seperti merkuri, boraks, formalin, pewarna berbahaya rhodamine B, kuning methanil, serta pemutih berbahaya. 

Hasil investigasi BPOM RI pada tahun 2022-2023 melaporkan bahwa ditemukan beberapa produk makanan yang beresiko menyebabkan kanker dan penyakit degeneratif lainnya, sehingga bahan makanan tersebut ditarik oleh BPOM RI. BPOM RI juga telah menganalisis kandungan bahan tercemar, produk tercemar, serta produk dengan kadar bahan yang melebihi ambang batas perizinan. Produk yang ditarik diantaranya bakso, tahu, sosis, coklat, mie, kecap, produk olahan daging, dan hingga es krim dalam kemasan dengan izin dan tanpa izin registrasi. 

Karena itulah, perlu diberikan edukasi kepada siswa/i mengenai pencegahan dan penanganan toksisitas akibat bahan berbahaya pada makanan. Dosen Farmasi, yang terdiri atas Nur Adliani dan Tantri Liris Nareswari, berkolaborasi dengan Dosen Sains Lingkungan Kelautan mengadakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi bahan makanan berbahaya serta demonstrasi pengujian bahan makanan berbahaya tersebut. 

Salah satu bahan alami untuk uji bahan makanan berbahaya adalah kunyit. Kunyit mengandung senyawa curcumin sebagai bahan pendeteksi boraks pada sampel yang dicurigai mengandung bahan zat berbahaya. Pada kegiatan PKM ini dilakukan demonstrasi pengujian bahan makanan berbahaya dengan menggunakan kunyit. Sampel yang dicurigai diambil dari sekitar wilayah Sukarame, Way dadi dan Way huwi berupa bakso, sosis, tahu, mie, dan pengembang kerupuk. Dari pengujian ini, ditemukan beberapa makanan yang diuji positif boraks yang meliputi sampel bakso dan pengembang kerupuk. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan kewaspadaan pelajar dapat meningkat, dalam setiap pembelian dan mengkonsumsi makanan dan minuman. Dengan terlindunginya pelajar dari bahan makanan berbahaya, diharapkan prestasi belajarnya pun akan meningkat dan kesehatan tubuh mereka dapat dijaga dengan baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *