Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera telah resmi berdiri dengan dikeluarkannya SK Kemenristekdikti No. 505/KPT/I/2017 pada tanggal 19 September 2017. Kurikulum Program Sarjana Farmasi Institut Teknologi Sumatera dirancang sedemikian rupa sehingga setiap mahasiswa dapat secara optimal mengembangkan potensi dan daya berpikirnya serta sikap dan kepribadiannya, yang kelak akan menjadi bekal bagi mereka baik dalam melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi maupun dalam dunia kerja yang dipilihnya.

Kurikulum yang diaplikasikan di Institut Teknologi Sumatera merujuk pada kurikulum Institut Teknologi Bandung, sehingga pada 2 semester pertama mahasiswa mengikuti program Tahap Persiapan Bersama (TPB). Selepas TPB, kurikulum tahun kedua hingga keempat dirancang untuk memberikan landasan yang lebih kokoh dan luas dalam bidang ilmunya, serta meningkatkan apresiasi dan motivasi mahasiswa untuk mempelajari bidang ilmunya lebih lanjut. Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera telah melaksakan Focus Group Discussion kurikulum yang pertama pada 20 Oktober 2016 dan telah menghasilkan kurikulum 2017. Namun, seiring berjalannya waktu, terdapat perubahan-perubahan pada Renstra ITERA dan struktur mata kuliah TPB sehingga program studi harus mengikuti dan menyesuaikan perubahan tersebut. Sehingga pada Kamis, 16 November 2017 dilaksanakan FGD Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Kurikulum Program Studi Farmasi untuk kedua kalinya.

FGD dihadiri oleh stakeholder internal dan eksternal yaitu pimpinan Insitut Teknologi Sumatera, para dosen Program Studi Farmasi, Drs. Anindito Widyantoro. Apt. M.M., M. Kes. (Kepala Bagian Perlindungan dan Pengembangan SDM Rumah Sakit Abdul Moeloek), Niniek Ambarwati, S.Si., Apt. (Kepala Seksi Obat dan Bekal Kesehatan IFKA Dinas Kesehatan Provinsi Lampung), dan perwakilan dari BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Provinsi Lampung. Dalam FGD tersebut, disampaikan bahwa masih banyak fasilitas kesehatan yang membutuhkan lulusan sarjana Farmasi di Provinsi Lampung sehingga dengan adanya Program Studi Farmasi ITERA akan membuka peluang untuk menghasilkan lulusan farmasi yang dapat berkontribusi untuk Provinsi Lampung. Selain itu, sangat banyak keanekaragaman tumbuhan obat di Pulau Sumatera dan masih belum optimalnya pemanfaatan tumbuhan tersebut yang berpotensi sebagai obat menjadi peluang dan tantangan bagi Program Studi Farmasi ITERA untuk memfokuskan pendidikan farmasi pada pengembangan obat tradisional menjadi bahan baku obat dan obat jadi yang bermutu, aman, dan berkhasiat.

Output dari FGD ini adalah dihasilkannya Kurikulum 2018 Program Studi Farmasi yang dapat mulai diaplikasikan pada Tahun Ajaran 2018/2019 yang berfokus pada Farmasi Klinik Komunitas dan Farmasi Bahan Alam dengan menitikberatkan pada masalah obat dan kesehatan dan memanfaatkan kekayaan di Provinsi Lampung dan Sumatera sehingga lulusan Program Studi Farmasi Intitut Teknologi Sumatera dapat mengabdikan diri untuk Sumatera

Foto Kegiatan FGD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *